Kompetisi Essay HPEQ Student:

Halo teman teman mahasiswa kesehatan,

Memasuki tahun 2012, mahasiswa dari 7 program studi kesehatan yang diwakili oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), Asian Medical Students’ Association (AMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan (HIMADIKA), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan (IMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) kembali mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mendukung keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia dalam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Untuk menjaring ide-ide segar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi ilmu kesehatan dan menumbuhkan kebiasaan yang baik dalam penyaluran pendapat, HPEQ Student yang merupakan program kerja nasional untuk mahasiswa pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia kembali mengadakan kompetisi essay berhadiah tiket untuk mengikuti 3rd HPEQ International Conference yang akan diselenggarakan dengan konsep baru. Selain itu, seperti tahun sebelumnya, para pemenang juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan mahasiswa di HPEQ Student serta kesempatan untuk memuat tulisannya dalam media-media HPEQ Student.

Kali ini HPEQ Student kembali mengadakan kompetisi essay. Ada tiga tema yang diambil dalam kompetisi ini yaitu:

* Peran mahasiswa dalam akreditasi pada institusi pendidikan

Berdasarkan UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 6 “Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.” Sedangkan berdasarkan UU RI no 20 tahun 2003, pasal 8 “Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi”. Dari dua pasal di tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat, wajib dan berhak ikut serta dalam penentuan kebijakan sistem pendidikan. Akreditasi merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap kualitas pendidikan di tiap institusi pendidikan. Untuk itu berdasarkan dua pasal UU di atas mahasiswa memiliki peranan terhadap akreditasi, namun bagaimana seharusnya pelaksanaan akreditasi di tiap institusi serta peranan mahasiswa didalamnya selama ini? Apakah mahasiswa sudah dilibatkan dalam proses akreditasi? Dan bagaimana seharusnya bentuk dan peranan mahasiswa di tiap institusi?

* Standar kompetensi masing masing profesi

Menurut SK Mendiknas No. 045/U/2002 kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. namun untuk saat ini kompetensi profesi kesehatan masih belum jelas penerapannya, sedangkan standar kompetensi tenaga kesehatan sangat penting untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional. Kompetensi profesi seperti apa yang dapat memberikan hasil tersebut? Bagaimana seharusnya standar sebuah profesi dalam pencapaian kesehatan? Dan apakah kompetensi profesi sudah menjawab masalah masalah kesehatan di Indonesia?

* Uji kompetensi masing masing profesi.

Uji kompetensi profesi menurut Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) 2011 adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Masing-masing profesi memiliki uji kompetensi masing-masing yang berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan kompetensi dari profesi tersebut. Lalu bagaimana uji kompetensi di masing-masing profesi untuk saat ini? Apakah sudah dapat menguji kompetensi dari suatu profesi tersebut? Apakah uji kompetensi ini dapat memjamin terciptanya standart kompetensi yang dimiliki suatu profesi? Bagaimana pelaksanaan dari uji kompetensi di masing-masing institusi?

Persyaratan umum:
* Mahasiswa Kesehatan Seluruh Indonesia baik jenjang S1 maupun D3.
* Essay yang dikirim merupakan karya perorangan dan bukan karya kelompok.
* Essay belum pernah dilombakan atau dimuat diberbagai media cetak, media elektronik atau majalah dan bukan merupakan karya dari hasil copy atau plagiat.
* Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu judul essay.
* Menyertakan identitas diri seperti nama, alamat tinggal, email, no hp, prodi, univ dalam bentuk pdf yang diberi nama file indentitas.
* Menyertakan scan copy KTM (kartu tanda mahasiswa), surat keterangan dari pihak kampus dan BEM/HIMA.

Persyaratan Essay:
* Essay ditulis dalam bentuk .pdf, nama lengkap sebagai nama file
* Essay dibuat dalam bahasa Indonesia.
* Memuat minimal 3 referensi.
* Jumlah kata maksimal 700 kata.
* Huruf mengunakan Times New Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.
* Essay lomba dan identitas diri dikirimkan ke email student.hpeqconference@gmail.com. dengan subjek : “Kompetisi Essay”. Identitas ditulis dengan format nama lengkap – universitas – fakultas – no. handphone – angkatan – email
* Lomba dilaksanakan mulai tanggal 1 – 31 mei 2012
* Pengiriman Paling Lambat pada tanggal 31 Mei 2012 pukul 23.59.

Hadiah:
* 5 Essay terbaik mendapatkan kursi di 3rd HPEQ International Conference
* 20 Essay terbaik mendapatkan piagam dan publikasi oleh HPEQ Student

Pengumuman Pemenang:
* Sebelum pemenang diumumkan, essay yang masuk akan dinilai oleh juri.
* Pengumuman akan diumumkan pada bulan Juni 2012 melalui web resmi HPEQ student
* Pemenang ditentukan berdasarkan penilaian juri dan tidak bisa diganggu gugat.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi student.hpeqconference@gmail.com

Selamat Berpartisipasi,
Together we can,
Regards,
Lafi Munira & Elia Nur Ayunin
[ Representatif ISMKMI for HPEQ Student 2012-2013]

Bu Endang : Menkes Bersahaja, Penuh Karya Bermakna

Menteri Kesehatan Republik Indonesia non aktif dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH lahir 57 tahun lalu di Jakarta pada 1 Februari 1955. Beliau memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 adalah lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selepas bergelar dokter, Bu Endang melanjutkan pendidikan dengan spesialisasi Kesehatan Masyarakat pada Harvard School of Public Health di Boston Amerika Serikat dan lulus tahun 1992. Program doktor pun dambil dari kampus dan bidang yang sama sehingga meraih gelar Dr.PH pada tahun 1997.

Karir beliau diawali dengan menjadi dokter di Rumah Sakit Pertamina Jakarta pada tahun 1979 – 1980. Tiga tahun berikutnya, 1980-1983 Bu Endang mengabdikan diri sebagai Kepala Puskesmas di desa terpencil Waipare, Nusa Tenggara Timur.  ”Waktu itu belum ada listrik, tapi karena suka baca tetap membaca buku dalam keadaan gelap, sampai mata pedas,” kata Bu Endang saat mengadakan kunjungan ke Waipare setelah menjadi menteri. Semasa di Waipare, beliau juga seringkali tidak dibayar dengan uang, tapi dengan hasil bumi, ikan, telur atau ayam. “Jadi kami tidak pernah kekurangan makan,” kata beliau di hadapan mantan mitra kerjanya semasa bekerja di puskesmas dan penduduk sekitar puskesmas saat kunjungan itu.

Masa-masa di Waipare bagi Bu Endang bukanlah masa yang mudah. Beliau harus menjangkau desa-desa di wilayah kerja puskesmas yang jaraknya jauh. Kehidupan sulit pun dijalaninya. “Saya sedang punya bayi. Air sulit sekali, jadi kami minum dari tampungan air hujan. Bahkan pernah juga minum air dari gedebong pisang, rasanya sepat,” kata ibu dari tiga anak itu. Namun orang-orang kampung Waipare yang baik-baik membuatnya tinggal di wilayah tersebut selama tiga tahun bertugas. “Walaupun saya sudah jadi menteri dan sekarang tinggal jauh dari sini tapi saya masih orang Sikka, hati saya tetap ada di Sikka,” katanya. Beliaupun dianggap sebagai Putri Sikka kelahiran Jawa oleh masyarakat Waipare.

Tahun 1983, Bu Endang kembali ke Jakarta untuk ditempatkan sebagai pegawai Dinas Kesehatan Provinsi DKI. Tugas tersebut berlangsung 14 tahun diantara kantor, puskesmas, rumah sakit, pasien dan buku. Bu Endang memang penggemar membaca buku. Diantara bekerja di Dinas Kesehatan DKI inilah beliau terbang ke negeri Paman Sam untuk melanjutkan program Magister dan sekaligus menuntaskan program doktoral.

Selesai mendapat gelar Dr.PH, pada tahun 1997, beliau bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Beliau bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Beliau pun berkarir di luar Indonesia dengan menjabat sebagai penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di kantor pusar WHO di Geneva, Swiss, tahun 1997-2006.

Sekembalinya ke Indonesia, beliau berkarir di Kementerian Kesehatan dan dipercaya sebagai Koordinator Riset Avian Influensa. Karirnya di bidang penelitian sempat cemerlang setelah ditunjuk mantan Menkes Bu Siti Fadilah Supari menjadi Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi pada 26 Januari 2007 setelah sebelumnya hanya menjadi Peneliti Madya. Tapi oleh Ibu Siti Fadilah Supari juga, jabatannya sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi dicopot dan ia turun lagi menjadi peneliti Madya pada 24 Juli 2008. Namun akhirnya naik lagi menjadi Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi pada 1 Agustus 2008.

Pada 22 Oktober 2009, secara mengagetkan publik, beliau diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Tidak hanya mengagetkan karena nama beliau muncul kurang dari 24 jam sebelum pengumuman kabinet tapi juga beliau hanya seorang Peneliti Utama di Kemenkes yang kemudian ditunjuk sebagai menjadi Menteri Kesehatan menggantikan mantan bosnya Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K).

Namun dokter yang ahli di bidang kesehatan masyarakat ini mampu menunjukkan ke publik bahwa beliau brilian sebagai seorang Menteri Kesahatan. Semasa jabatan yang hanya dalam hitungan singkat yaitu 2,5 tahun, beliau sudah mempunyai banyak karya.

Berikut beberapa karya brilian Bu Endang selama menjadi Menteri Kesehatan, seperti dikutip dari berbagai sumber :

JAMPERSAL. Pada masa jabatannya Bu Endang telah berhasil memberlakukan Jampersal (jaminan persalinan) yang membuat ibu melahirkan dari keluarga tak mampu bisa bersalin gratis dengan imbalan mau ikut KB.

PP ASI EKSKLUSIF. Bu Endang mewajibkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah, melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, mewajibkan perkantoran untuk membuat ruang menyusui.

FOKUS FLU BURUNG. Wabah flu burung memang tidak dapat di prediksi di Indonesia, terkadang surut atau malah sebaliknya. Karenanya saat masih menjabat sebagai Menkes, beliau fokus pada masalah penyakit flu burung yang sewaktu-waktu bisa mewabah lagi di Indonesia.Tenaga medis baik di rumah sakit, bandara maupun pelabuhan dilatih untuk bisa menangani kasus flu burung. Rumah sakit utama di daerah kini juga sudah memiliki ruang isolasi flu burung.

PENCAPAIAN MDG’s. Tak hanya itu, Bu Endang Rahayu Sedyaningsih juga tetap concern terhadap penyakit dasar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, kaki gajah, agar Indonesia bisa mencapai target MDG’s. Begitu juga dengan penyakit HIV AIDS dan penyakit-penyakit tidak menular seperti kanker atau penyakit langka Guillain barre syndrome (GBS) mendapat bantuan untuk pengobatan gratis atau dengan subsidi. Beliau juga telah membangun rumah sakit pertama yang khusus melayani pasien yang kurang mampu dan meningkatkan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan millennium (MDGs).

RESOLUSI VIRUS. Di forum internasional, Bu Endang berhasil membuat angota WHO menyepakati resolusi virus sharing yang diperjuangkan Indonesia sejak 2007. Dalam sidang WHO yang berlangsung 16 Mei 2011 itu, negara-negara anggota WHO telah menetapkan kerangka kerjasama multilateral dalam mekanisme virus sharing, akses pada vaksin dan manfaat lainnya.

PEDULI KESEHATAN ANAK. Beliau juga sangat concern pada kesehatan anak. Ketika Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon berinisiatif mengembangkan Scaling Up Nutrition (SUN) yaitu akselerasi perbaikan gizi, Bu Endang menerapkan program 1000 hari pertama kehidupan bagi negeri yang dicanangkan pada Hari Gizi dan Makanan  25 Januari 2012 lalu. Mungkin diantara program beliau yang belum tercapai namun sangat ingin dicapai adalah Pengesahan RPP Tembakau. Di tengah perdebatan RPP Tembakau, beliau tetap gigih melakukan sosialisasi Undang-undang Kesehatan dan RPP Tembakau. “RPP adalah untuk melindungi perempuan, ibu hamil, dan anak-anak dari dampak negatif rokok, bukan untuk melarang menaanam tembakau” geram Bu Endang saat itu. Beliau pun menegaskan bahwa petani tembakau sama sekali tidak akan dirugikan dan tidak akan terancam secara perekonomian dengan disahkannya RPP Tembakau. Meski belum tuntas, perjuangan beliau untuk pengendalian tembakau di negeri ini patut diacungi dua jempol.

Perjuangan Bu Endang untuk kesehatan masyarakat sebagai menteri diakhirinya pada 26 April 2012 dengan mengajukan pengunduran diri secara lisan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat presiden dan ibu negara membezuk beliau di RSCM. Pengunduran diri tersebut seiring dengan semakin menurunnya kondisi kesehatan beliau akibat Kanker Paru yang terdeteksi sejak Oktober 2010.

Seakan menegaskan pengunduran diri tersebut, beliau dipanggil ke pangkuan Illahi pada pukul 11.41 WIB tanggal 2 Mei 2012. Bu Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih yang gigih dan bersahaja telah berpulang. Jasa dan pengabdian beliau tak akan pudar di hati bangsa. Ada generasi-generasi cerdas yang siap meneruskan harapan dan cita-cita mulia beliau, merekalah generasi pelajar dan mahasiswa saat ini.

Selamat Jalan Ibu. Doa kami mahasiswa FKM menyertai. Semoga ditempatnya di tempat terhormat di sisiNya.

bu menkes

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Turut Berduka cita atas berpulangnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih pada pukul 11.41 WIB hari ini, Rabu 2 Mei 2012. Baktinya untuk kesehatan Indonesia telah melekat di hati bangsa. Mari mengheningkan cipta, semoga beliau diterima di sisiNya.

Selamat jalan, Bu…
Terima kasih telah mengabdikan diri pada kesehatan masyarakat, menempuh pendidikan spesialisasi kesehatan masyarakat, dan menuangkannya untuk program-program di bidang kesehatan masyarakat.

SEMINAR dan CALL For ABSTRACT : NATIONAL INPUT FOR ACHIEVING UNIVERSAL HEALTH COVERAGE IN INDONESIA

SENIN-SELASA, 28-29 MEI 2012

HOTEL GRAND ASTON YOGYAKARTA

Pemerintah RI sedang menyusun berbagai peraturan pelaksana terkait pelaksanaan pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia, oleh karena itu penting bagi berbagai stakeholder untuk memberikan masukan terkait peraturan tersebut. Untuk mendapatkan berbagai input, maka Pusat KPMAK didukung oleh Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan kegiatan :

 SEMINAR dan CALL For ABSTRACT : NATIONAL INPUT FOR ACHIEVING UNIVERSAL HEALTH COVERAGE IN INDONESIA

Bersama:

1.       H. R Agung Laksono (Menkokesra RI) (Keynote Spech)*

2.       Drs. Agus DW Martowardojo (Menteri Keuangan RI)

3.       Prof. dr. Ali Ghufron Mukti MSc Ph.D (Wamenkes RI)

4.       Rieke Dyah Pitaloka (DPR RI Komisi IX)

5.       Prof. Anne Mills (Professor of Health Economics and Policy

London School of Hygiene and Tropical Medicine, UK)

6.       Prof. Chih-Liang Yaung (Former Minister of Health, Taiwan)

7.       Dr. Rob Yates (Senior Health Economic, WHO)

8.       dr. Supriyantoro Sp.P MARS (Dirjen Bina Upaya Kesehatan)

9.       Prof. dr. Hasbullah Thabrany   MPH, Dr.PH (FKM UI)

10.    Dr. dr.Sutoto M.Kes (Ketua Persi)

11.    Dr.Prijo Sidipratomo Sp.Rad(K) (Ketua IDI)

12.   dr. Luthfi Mardiansyah (Ketua International Pharmaceutical Manufacturing Group -IPMG)

13.   Drs. M.Dani Pratomo Apt (Ketua Ikatan Apoteker Indonesia)

TEMA DISKUSI : 

  • Talkshow : Kesiapan Pemerintah dalam Implementasi Universal Health Coverage di Indonesia
  • Peran Ekonomi Kesehatan dalam Pencapaian Universal Health Coverage di Indonesia
  • Peran Penting Infrastruktur Kesehatan Dalam Implementasi SJSN Pasca UU BPJS
  • Call for Paper dan Workshop Kebijakan terkait :
    • Kelompok Perumusan Kebijakan
    • Kelompok Sumber Daya
    • Kelompok  Penghitungan Premi dan  Benefit Package
    • Kelompok Kelembagaan

Panduan penulisan dan pengiriman Abtsract dapat dilihat di website (www.kpmak-ugm.org) dan Poster terlampir.

POSTER dapat didownload di  https://docs.google.com/open?id=0B9W-KwP0bWyCUUZwVkhuQ3VOcUk

TOR dapat didownload di https://docs.google.com/open?id=0B9W-KwP0bWyCcHR3NnhjSTQya0U

HKS 2012 : “MENUJU TUA: MANDIRI, SEHAT DAN PRODUKTIF”.

TERM OF REFERENCE

WORLD HEALTH DAY 2012

Oleh: Direktorat Pengadian Masyarakat ISMKMI

Organisasi Kesehatan sedunia (WHO) menekankan pentingnya memperhatikan pelayanan kesehatan terhadap lansia. Rencana Madrid 2002 adalah sebuah deklarasi politik yang ditandatangani 159 pemerintah pada 2nd World Assembly on Ageing pada bulan April 2002. Rencana Madrid bermaksud mengarusutamakan masalah-masalah penuaan dalam berbagai kebijakan pembangunan sosial dan ekonomi. Rencana Madrid 2002 juga menyerukan kepada pemerintah untuk memasukkan kalangan lansia dalam kebijakan-kebijakan dan program-program untuk mencapai target MDGs, mengurangi proporsi penduduk yang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2015.

Dunia mengalami penuaan dengan cepat. Diperkirakan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) yang berusia 60 tahun ke atas menjadi dua kali lipat dari 11% di tahun 2006 menjadi 22% pada tahun 2050. Populasi lansia di dunia yang pada tahun 2006 sekitar 650 juta, akan mencapai 2 miliar pada tahun 2050.  Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, pada saat itu akan ada lebih banyak orang tua dari pada anak-anak usia 0-14 tahun di populasi. Negara-negara berkembang akan mengalami tingkat penuaan yang jauh lebih cepat dari negara-negara maju. Pada tahun 2005 sekitar 60% lansia di dunia tinggal di negara-negara berkembang. Dalam lima dekade mendatang kondisi ini akan meningkat menjadi lebih dari 80%. Penuaan penduduk dunia di negara berkembang dan negara maju sebenarnya merupakan indikator meningkatnya kesehatan global.

Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 11,3 juta jiwa (6,4%) meningkat menjadi 15,3 juta (7,4%) pada tahun 2000. Diperkirakan pada tahun 2010 akan sama dengan jumlah anak balita yaitu sekitar 24 juta jiwa atau 9,77% dari seluruh jumlah penduduk. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah lansia akan meningkat menjadi 28,8 juta atau 11,34% dari total jumlah penduduk.

Seiring dengan kecenderungan yang positif tersebut dalam arti meningkatnya kesehatan global, akan muncul tantangan khusus dalam bidang kesehatan pada abad ke-21 karena bertambahnya jumlah lansia. Berbagai dampak dari peningkatan jumlah lansia antara lain adalah masalah penyakit degeneratif yang sering menyertai para lansia, bersifat kronis dan multifatologis, serta dalam penanganannya memerlukan waktu lama dan membutuhkan biaya cukup besar.

Oleh karenanya menyiapkan petugas kesehatan dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kelompok lansia seperti: pelatihan perawatan lansia; mencegah dan mengelola penyakit kronis dan penyakit tidak menular, merancang kebijakan pengaturan perawatan jangka panjang dan paliatif yang berkelanjutan bagi lansia dan mengembangkan pelayanan ramah -lansia menjadi sangat penting.

Melalui Peringatan Hari Kesehatan Dunia 2012, WHO secara jelas hendak menarik perhatian penduduk dunia tentang pentingnya memperhatikan kesehatan kalangan lanjut usia. Perhatian yang tentu saja tidak hanya terkait dengan keluarnya perangkat aturan legal yang mengatur hak-hak dan kepentingan lansia, melainkan juga turunan-turunan aksi yang dibutuhkan untuk menjadikan lansia tetap bisa produktif dan menikmati hidup dengan pelayanan yang maksimal.

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia, 7 April 2012 difokuskan pada bagaimana kesehatan lansia yang baik dapat menambah usia dan memperpanjang kehidupan, sehingga memungkinkan mereka tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat memperluas keterlibatannya secara aktif dalam semua kegiatan di masyarakat. Hari Kesehatan Sedunia tahun ini dimaksudkan untuk menarik perhatian dunia pada topik Penuaan dan Kesehatan, dampak dan tantangan kesehatan akibat penambahan jumlah populasi lansia di masyarakat, dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, swasta dan organisasi internasional, untuk mendapatkan komitmen dalam upaya pengarusutamaan penanganan masalah penuaan dan kesehatan.

II.      Tema Kegiatan

Adapun tema kegiatan ini adalah “MENUJU TUA: MANDIRI, SEHAT DAN PRODUKTIF”.

III.   Nama Kegiatan

Adapun nama kegiatan ini adalah “Penyuluhan Kesehatan Terkait Pentingnya Kehidupan Sehat Menuju Tua dan Pemanfaatan Posyandu Lansia “.

IV.   Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan Manfaat kegiatan ini adalah:

  1. Masyarakat mengerti akan pentingnya kehidupan mandiri, sehat dan produktif dihari tua
  2. Lansia dapat menjalankan gaya hidup sehat serta terlibat dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat
  3. Lansia dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yaitu posyandu lansia dengan lebih baik lagi

V.      Waktu dan tempat

Kegiatan ini dilaksanakan pada:

Hari                            : Sabtu

Tanggal                      : 7 April 2012

Tempat                      : 4 Wilayah ISMKMI (Gerakan Wilayah)

 

VI.   Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah:

  1. Kelompok lansia
  2. Kelompok dewasa muda (20-30 tahun) yang akan menjadi orang tua pada tahun 2050 sehingga mereka dapat merawat maupun belajar dari pengalaman lansia

 

VII.Teknis Pelaksanaan

  1. 1.      Konten Materi (PPT Materi Terlampir)
    1. Definisi lanjut usia
    2. Definisi sehat
    3. Masalah kesehatan pada lansia
    4. Tips menuju lansia sehat dan mandiri
    5. Yang mempengaruhi kesehatan pada lansia
    6. Pembudayaan dan penerapan gaya hidup sehat dan aktif
    7. Gizi seimbang bagi lansia
    8. Masalah gizi pada lansia
    9. Kebutuhan gizi pada lansia
    10. Pesan gizi seimbang untuk lansia
    11. Pentingnya olahraga pada lansia
    12. Pemeriksaan kesehatan berkala (Posyandu Lansia)

2.      Waktu Pemberian Materi

  1. Standar waktu pemberian materi minimal 60 menit dengan ketentuan 40 menit materi dan 20 menit diskusi (dikumpulkan dalam satu tempat)
  2. Standar waktu pemberian materi minimal 25 menit dengan ketentuan 15 menit materi dan 10 menit tanya jawab (door to door)

3.      Standar Pemateri

Kriteria pemateri:

  1. Mahasiswa S1 Kesmas
  2. Minimal angkatan 2010
  3. Telah mendapatkan materi kesehatan pada lansia disaat perkuliahan
  4. Mengerti dan memahami akan konsep kesehatan pada lansia

4.      Bentuk Konsep Pemberi Materi

  1. Pemberian materi berupa PPT dan lisan dalam waktu minimal 60 menit serta diskusi terarah tentang “Pentingnya Kesehatan Terkait Kehidupan Sehat Menuju Tua dan Pemanfaatan Posyandu Lansia”
  2. Pemberian materi secara lisan maupun dilengkapi dengan media lain seperti pamflet (jika ada) dalam waktu 25 menit serta tanya jawab tentang “Pentingnya Kesehatan Terkait Kehidupan Sehat Menuju Tua dan Pemanfaatan Posyandu Lansia”

5.      Bentuk Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

1)      Waktu pelaksanaan posyandu lansia telah disepakati dan ditetapkan

2)      Tempat dan perlengkapan acara telah dipersiapkan

3)      Materi dan media yang akan digunakan dalam kegiatan posyandu telah dipersiapkan

4)      Telah terbentuk panitia penyelenggara

2. Evaluasi Proses

1)      Jumlah peserta sesuai dengan target yaitu minimal 20 orang

2)      Peserta aktif mengikuti kelangsungan acara

3)      Media dan alat bantu dapat digunakan secara efektif

4)      Acara dapat berjalan sesuai rencana

3. Evaluasi Hasil

1)      Peserta mengetahui kondisi kesehatannya dan ingin melakukan usaha untuk meningkatkan status kesehatannya

2)      50% jumlah peserta terpenuhi

 

VIII.       Penanggung Jawab

Direktorat Pengabdian Masyarakat ISMKMI

IX.    Indikator Keberhasilan

Terdapat minimal 2 Wilayah ISMKMI yang melaksanakan arahan Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2012 baik serentak maupun tidak.

Silahkan download PPT Materi nya disini, KLIK JUDUL DI BAWAH INI !

LANJUT USIA : SEHAT DAN MANDIRI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 401 other followers