Tetap Sehat Saat Banjir

banjir JPNN

“Ketika musim hujan datang, penyakit menular mulai meningkat dan yang paling kronis kondisinya pun akan semakin parah,” Ungkap Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama dibeberapa media

Beliau berpesan agar terhindar dari infeksi penyakit akibat banjir diantaranya adalah warga harus menjaga perilaku hidup bersih. Caranya dengan makan atau minum makanan/ minuman yang bersih, jangan membuang sampah sembarangan, dan selalu melakukan cuci tangan pakai sabun.

Setidaknya menurut beliau ada empat titik kritis yakni, sebelum makan, sebelum mengolah makanan, setelah buang air besar, dan memegang benda-benda kotor di sekitar. Inilah beberapa penyakit yang sering timbul saat banjir, adalah :

1.      Penyakit diare.

Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Saat banjir biasanya juga akan terjadi pengungsian, di mana fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Semua itulah yang bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare.

Langkah antisipasinya, katanya, masyarakat disarankan untuk membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat.

Selalu biasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari, serta menjaga kebersihan lingkungan, dan hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal.

2.      Demam berdarah.

Pada musim hujan banyak sampah, seperti kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air, dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, nyamuk penular penyakit demam berdarah.

Masyarakat harus ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3M (Mengubur kaleng-kaleng bekas, Menguras tempat penampungan air secara teratur, dan Menutup tempat penyimpanan air dengan rapat). Selain itu, segera bawa keluarga ke sarana kesehatan, bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi.

3.      Penyakit leptospirosis.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya.

Pada musim hujan terutama saat banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang tanah akan keluar menyelamatkan diri dan berkeliaran di sekitar manusia. Akhirnya, kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir.

Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan jatuh sakit.

Selalu menjaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka. Gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir. Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil.

4.      Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Penyebab ini dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama berupa batuk dan demam, mungkin juga disertai sesak napas, nyeri dada, dan lainnya.

Atasi dengan istirahat dan pengobatan simtomatis sesuai gejala. Selain itu, cegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan.

5.      Penyakit kulit

Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi, atau bentuk lain. Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Tempat berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan infeksi kulit.

6.      Penyakit saluran cerna

Penyakit saluran cerna misalnya demam tifoid. Faktor kebersihan makanan memegang peranan penting, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi

7.       Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.

Musim hujan dan banjir yang berkepanjangan, bisa menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Konsep segitiga epidemiologi akan berlangsung disini, yakni host yang lemah sehingga menjadikan penyakit dapat menyerang.

 

Oleh : Atik Setyoasih Jaringan Komunikasi ISMKMI
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

@ISMKMI  @atiksetyoA

Foto                 : JPNN
Sumber naskah:

http://www.jpnn.com/read/2014/01/25/212892/Di-Subang,-8-Orang-Tewas–Banjir-

http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2014/01/15/913/207769/Waspadai-Penyakit-Akibat-Banjir

http://www.kabar24.com/health/read/20130117/6/129816/7-macam-penyakit-akibat-banjir-harus-anda-waspadai

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: