HIV/ AIDS dan ODHA

aids sedunia ismkmi.....

Oleh : Hana Asrawari Panjaitan

(Direktur Pengabdian Masyarakat ISMKMI Nasional)

 

*Pengertian HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah infeksi yang menyerang sistem kekebalan dan melemahkan kemampuan tubuh unutk memerangi infeksi. Tanpa perawatan dan pengobatan, setelah beberapa tahun, seseorang yang mengidap HIV akan sulit melawan beberapa infeksi. Akumulasi dari gejala yang timbul akibat infeksi pada penderita HIV sehingga merusak sistem kekebalan tubuh, tahap HIV ini disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

*Prevalensi AIDS dan HIV di Indonesia

Statistik tertinggi penderita HIV/AIDS. Sumber : Ditjen PP dan PL Kemenkes RI Juni 2013.

Jumlah HIV/AIDS ditahun 2013 >> HIV 10210, AIDS 780. Total kumulatif 1987-2013 >> HIV 108.600, AIDS 43.667, kematian 8340. Jenis kelamin : laki-laki AIDS 24.177 wanita 12.593. menurut golongan umur : terbanyak rentang usia 20-29 yaitu 15.305 penderita, kemudian usia 30-39 yaitu 12.332 penderita. Berdasarkan provinsi : HIV > DKI Jakarta 24.807 dan AIDS > Papua 7.795.

*Cara penularannya

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Risiko tinggi dalam penularan HIV diantaranya, melakukan seks yang tidak aman tanpa menggunakan pengaman, orang yang mendapatkan darah yang positif HIV dari transfusi darah, pemakaian alat injeksi atau suntik secara bergantian (pada pengguna narkoba), dan dari wanita yang terinfeksi HIV dapat menularkan kebayinya selama kehamilan dan menyusui.

*Tanda dan Gejala

Penderita HIV tidak terlihat secara fisik perubahan apabila terjangkit HIV ini, kurang lebih selama 5 tahun, dimana orang yang terinfeksi tersebut tidak menyadari dirinya terinfeksi sehingga masih beraktivitas dengan sehat. Tubuh orang yang terinfeksi HIV akan mudah sekali terserang infeksi atau menjadi sakit. Penyakit ringan yang berkepanjangan, seperti batuk yang tidak sembuh lebih dari 1 bulan, sering sariawan, dan lainnya. Untuk itu dibutuhkan pembuktian secara klinis melalui tes darah.

*Cara pencegahannya

Rumus ABCDE,

A = Absistinence, tidak melakukan hubungan seksual dan atau tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah. B = Being Faithful, setia pada satu pasangan atau menghindari berganti-ganti pasangan seksual. C = condom, bagi yang berisiko sebagai pengamanan. D = Drugs Injection, tidak menggunakan obat2an dan atau narkoba suntik yg tidak steril dan bergantian. E = Education, pendidikan dan penyuluhan kesehatan tentang hal-hal yang berkaitan dengan HIV/AIDS.

Di Indonesia, pelayan pencegahan penularan dari ibu ke anak atau Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) terdiri dari 4 strategi, diantaranya :
1. Mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia produktif, dengan pola hidup sehat, seks aman, tidak merokok dan minum alkohol, konsumsi suplemen rutin.

2. Mencegah dan mengurangi jumlah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV.

3. Menurunkan kadar virus (viral load) serenfa-rendahnya dengan obat ARV, sebagai penghambat multiplikasi virus pada ibu positif HIV.

4. Mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil positif ke bayi yang dikandungnya, dengan meminimalkan paparan cairan ibu positif HIV dengan bayi, seperti melahirkan dengan cara operasi sesar dan tidak menggunakan ASI Eksklusif.

5. Memberikan dukungan psikologis, sosial, dan perawatan ANC secara teratur kepada ibu yang positif HIV beserta bayi dan keluarga.

*Pengertian ODHA dan Stigma tentang ODHA di masyarakat

Orang Dengan HIV dan AIDS atau biasa disingkat ODHA, diasumsikan negatif di masyarakat, yang berpandangan bahwa ODHA memiliki latar belakang negatif, lingkungan sekitarnya yang negatif, seks bebas, pengguna narkoba, dan lainnya. Hal ini menimbulkan gap dalam masyarakat yang menjauhi ODHA. Pandangan ini di masyarakat bahkan keluarga sekalipun menjadi beban psiokologis yang dirasakan ODHA akan semakin menderita. Namun dilain sisi, masih adanya simpatime masyarakat terhadap ODHA, peduli sehingga mampu menerikan pemahaman ke masyarakat terkait HIV/AIDS maupun ODHA.

*Mitos penularan ODHA

1. Mitos, HIV bisa menular dari kontak biasa

Ini merupakan mitos yang paling sering dipercaya orang sehingga menyebabkan banyak ODHA (orang dengan HIV/AIDS) ditolak dan dikucilkan. Yang perlu diketahui adalah HIV hanya dapat menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain (seperti sperma, cairan vagina dan air susu ibu) dan bukan dari kontak biasa (kontak kulit).

Memeluk, mencium dengan mulut tertutup, berbagi minuman, menggunakan peralatan olahraga, berbagi peralatan makan, menggunakan toilet yang sama atau ketika batuk dan bersin, keadaan tersebut tidak bisa menyebabkan penyebaran HIV.

Bahkan berciuman dengan mulut terbuka atau french kiss dianggap berisiko rendah karena air liur sebagai pembawa virus sering diabaikan. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah ketika penderita HID AIDS mengalami luka di bagian mulut atau penyakit gusi yang nantinya bisa menyebarkan virus HIV.

2. Mitos, HIV adalah penyakit homoseksual

HIV adalah virus yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang orientasi seksual. HIV bisa diderita oleh orang yang baru lahir, lansia, wanita, remaja dan anak-anak dari setiap ras atau kebangsaan. Di seluruh dunia, HIV menyebar kebanyakan melalui kontak heteroseksual.

3. Mitos, nyamuk dapat menularkan HIV

Nyamuk tidak memasukkan darah orang lain ke dalam tubuh orang baru yang mereka gigit. Namun, nyamuk melakukan menyuntikkan air liur ke dalam korban-korbannya, yang mungkin membawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, demam kuning dan lainnya. HIV tidak berkembang biak pada tubuh serangga, sehingga virus tidak bertahan cukup lama dalam tubuh nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

4. Mitos, seks oral tidak bisa menyebabkan HIV

Anda bisa mendapatkan HIV dengan melakukan oral seks dengan pria atau wanita, meskipun kemungkinan relatif lebih kecil dibandingkan tertular virus melalui hubungan seksual.

Air mani atau cairan vagina dapat membawa penyakit. Risiko meningkat ketika terdapat luka terbuka pada alat kelamin dan atau mulut, atau penyakit gusi signifikan atau perdarahan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penghalang lateks (kondom) selama seks oral, vagina ataupun dubur.

5. Mitos, ibu yang menderita HIV tidak bisa memiliki anak

Perempuan yang terinfeksi HIV masih bisa subur dan risiko menularkan HIV kepada anak yang belum lahir adalah antara 15 sampai 30 persen. Namun, dengan terapi antiretroviral yang sudah tersedia sekarang, tingkat penularan dari ibu ke anak telah turun menjadi sekitar 2-3 persen. Jadi ibu yang menderita HIV tetap punya kesempatan untuk memiliki anak.

*Pengobatan ODHA

Pengobatan HIV/AIDS saat ini adalah penggunaan Anti Retroviral Therapy (ART), dimana obat ini terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat HIV/AIDS yaitu dengan menghambat replikasi virus HIV. Meskipun ART belum mampu membunuh virus HIV secara total, namun penggunaannya harus terus menerus seumur hidup, tidak boleh terputus. Jika terputus akan menyebabkan resistensi obat. salah satu terapinya ialah menggunakan Anti Retroviral Drugs (ARV).

#saveODHA #perangiHIVAIDS

Contoh film Indonesia yang mengangkat ODHA >> http://www.youtube.com/watch?v=6VqZsRCX5gY

 

Sumber :

Goverment of Western Australia Departement of Health Public Health and Clinical Services – Indonesia HIV/AIDS. public.health.wa.gov.au/cproot/5317/2/hiv-aids-indonesian.pdf. diakses tanggal 28 November 2013

Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia. http://spiritia.or.id/Stats/StatCurr.pdf. diakses tanggal 28 November 2013.

Gondo, Harry. 2010. Jurnal. PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI. Surabaya : Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Departemen Sosial RI. 2012. KEBIJAKAN, PROGRAM DAN KEGIATAN PENCEGAHAN DAN PELAYANAN SOSIAL ODHA. Jakarta : DEPSOS RI

 

 

One thought on “HIV/ AIDS dan ODHA

  1. bagus..ada karya tulisan dalam isu ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: