Mata Pena, Komunitas Mahasiswa Peduli Bencana

Pemasangan BIDAI, salah satu kegiatan dalam Workshop MATAPENA

Mengetahui fakta bahwa wilayah Indonesia sangat rawan bencana alam, Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) Wilayah Sumatra pun mendirikan komunitas Mahasiswa Kesehatan Peduli Bencana (Mata Pena). Untuk itu, mereka sendiri telah melaksanakan pelatihan dan simulasi akbar untuk para anggotanya.

“Kegiatan ini didesain sebagai prasyarat terbentuknya komunitas Mata Pena di bawah koordinasi ISMKMI, serta ini melibatkan masing-masing dua mahasiswa sebagian perwakilan dari seluruh perguruan tinggi di Pulau Sumatera,” jelas Fadilah Aini, salah seorang pengurus ISMKMI Wilayah Sumatra di Medan, Sabtu (18/12/2010).

Menurut mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara itu, wilayah Sumatra mulai dari Aceh sampai Bandar Lampung, secara geografis berada sejajar dengan lempeng pasifik. Barisan pegunungan yang mempunyai gunung-gunung berapi aktif tersebut terkenal dengan sebutan sabuk api inilah yang menempatkan Pulau Sumatra sebagai daerah rawan bencana, yang setiap saat dapat menelan korban jiwa dan harta benda. Namun, kondisi tersebut ternyata masih minim penanganan secara profesional, menyeluruh dan proporsional.

“Padahal, jika dipersiapkan sejak dini, dampak bencana seperti jumlah kematian dan bertambahnya korban, dapat ditekan,” ungkap Aini.

Oleh karena itu, mereka menyelenggarakan pelatihan dan simulasi akbar dari komunitas Mata Pena yang digelar di Auditorium FKM USU Medan. Apalagi, setelah terbitnya undang-undang tentang penanggulangan bencana, pemerintah Indonesia memiliki payung hukum yang jelas dalam menanggulangi berbagai bencana di Indonesia.

Di dalam UU tersebut dijelaskan, pemerintah juga melibatkan masyarakat sebagai komponen penting tanggap darurat dalam proses penanggulangan bencana. Termasuk mahasiswa. Selain itu, peran jajaran kesehatan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana memegang peranan yang sangat penting. Apalagi, mengingat dampaknya yang sangat merugikan kesehatan masyarakat, jika bidang ini tidak berjalan dengan baik.

“Semoga saja komunitas Mata Pena ini bisa menjadi sebuah simpul dalam penanggulangan bencana di Pulau Sumatra,” ujar Aini berharap. (rfa)(rhs)

sumber : http://news.okezone.com/read/2010/12/18/373/404789/mata-pena-komunitas-mahasiswa-peduli-bencana, Sabtu, 18 Desember 2010 – 15:43 wib, Adela Eka Putra Marza
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: