ISMKMI, Desak Pengendalian Tembakau di Indonesia

Seluruh ahli kesehatan sepakat bahwa tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan. Begitu juga para pembeli dan penjual rokok serta bahkan perusahaan rokok sendiri yang secara jelas menuliskan bahaya merokok pada tubuh produknya.

Rokok merupakan produk tembakau yang memiliki 4000 macam zat berbahaya bagi tubuh diantaranya nikotin, tar, arsen, amonia, formalin, karbon monoksida dan lainnya. Di Indonesia, merokok meningkatkan resiko kematian 1.3 sampai 8.2 kali diantara penderita penyakit kronik (studi mortalitas, 2001). Kematian yang disebabkan oleh penyakit karena tembakau pada tahun 2004 mencapai 427.984 jiwa atau 1172 per hari (Kosen,2004). Kerugian akibat penyakit karena tembakau diperkirakan mencapai 18 milyar dollar Amerika atau 5 kali lebih tinggi dibandingkan pendapatan dari pajak tembakau pada tahun 2005.

Dampak pada biaya kesehatan karena kematian yang berhubungan dengan tembakau pada tahun 2005 adalah menurut perhitungan total economic loss adalah sebesar Rp 154,84 T = US$ 17.2 Milyar sama dengan 5 kali lipat cukai tahun 2005 yaitu sebesar Rp 32,6 triliun. Pada dasarnya kontribusi cukai tembakau terhadap penerimaan pemerintah hanya 5,6% saja pada tahun 2008.

Strategi pemasaran rokok komprehensif pun dilakukan melalui iklan, promosi dan sponsor rokok telah mengakibatan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan perokok usia remaja dan anak-anak. Berdasarkan hasil survey nasional BPS tahun 2004 menyatakan bahwa jumlah perokok yang mulai merokok pada usia dibawah 19 tahun, 69 % pada tahun 2001 meningkat menjadi 78 % pada tahun 2004.

Begitu banyaknya data yang telah menjelaskan dampak multisektoral dari produk tembakau baik itu bagi kesehatan, sosial ekonomi dan lainnya. Namun pemerintahan Indonesia hanya acuh tak acuh terhadap hal tersebut. Dalam hal ini, Indonesia memiliki julukan BLT yaitu satu-satunya negara di benua ASIA yang Belum meratifikasi Konvensi Internasional tentang Pengendalian Tembakau (FCTC), Lemah Peraturan Pemerintah No. 19/2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan dan Tidak memiliki Undang-undang Pengendalian Tembakau [RUU Pengendalian Tembakau macet di Program Legislasi Nasional DPR 2009].

Negara Indonesia memiliki UUD menjamin hak asasi setiap orang untuk mendapatkan  lingkungan hidup yang baik dan sehat. Namun kita dapat melihat bahwa produk tembakau merupakan salah satu zat adiktif yang dapat mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu, masyarakat, dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga diperlukan upaya pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan. Pemerintah wajib mewujudkan kualitas hidup yang sehat dengan melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari produk tembakau, sehingga tercapai derajat kesehatan idnividu, keluarga, dan masyarakat yang optimal. Adapun  peraturan pemerintah yang ada sampai  saat ini belum secara khusus dan tegas mengatur pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan.

Maka atas dasar data dan fakta yang disebutkan itu, gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) MENDESAK pemerintah Indonesia untuk :

  1. Membentuk tim teknis untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif bagi kesehatan.
  2. Segera Melakukan pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif bagi kesehatan.

Atas desakan itu pula, organisasi yang bergerak untuk “membuat masyarakat sehat” ini MENDUKUNG pemerintah Indonesia untuk melakukan Upaya Pengendalian Tembakau dengan :

  1. Menaikkan cukai rokok 2/3 – 4/5 dari harga jual.
  2. Melarang keseluruhan iklan/promosi/sponsor rokok di media masa maupun elektronik.
  3. Memberikan peringatan kesehatan bentuk gambar di  kemasan rokok : JELAS yaitu 50% luas permukaan depan dan belakang, di bagian atas, pesan tunggal, diganti periodik.
  4. Membuat Kawasan tanpa rokok 100% (tanpa ruang merokok dan ventilasi di dlm gedung).
  5. Menolak intervensi dan campur tangan industri rokok dalam upaya menciptakan dan menerapkan kebijakan kesehatan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan pengendalian produk tembakau.

Desakan dan dukungan ini dibentuk di Jakarta pada 31 Mei 2010 yang diserukan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat seluruh Indonesia untuk disebarkan agar mendapat perhatian dari seluruh stakeholder, aktor, dan instansi yang berpengaruh dalam kebijakan kesehatan, serta masyarakat tentunya sebagai pelaksana kebijakan.

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: