IKM UNUD Wujudkan Area Bebas Rokok

Rencana besar PS IKM untuk menjadikan kampus tercintanya bebas dari asap rokok memang telah lama diimpikan. Dan akhirnya sebuah kegiatan akbar tentang anti rokok yang diselenggarakan oleh ISMKMI(Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia) di wilayah 3 di BAPELKES telah membangkitkan kembali impian tersebut. Dari kegiatan tersebut lahirlah suatu kesepakatan diantara para senat mahasisiwa kesehatan masyarakat untuk menjadikan masing-masing kampusnya menjadi area bebas rokok. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan  para anggota ISMKMI, HM Kesehatan Masyarakat FK Unud  membentuk sebuah komunitas yang peduli terhadap bahaya tembakau. Komunitas ini selanjutnya dinamakan dengan KMPT (Komunitas mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau).

Memegang amanah penting untuk menjadikan kampus tercintanya bebas dari asap rokok. KMPT melakukan workshop   yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2010 lalu. Tujuan utama diselenggarakan workshop ini adalah untuk membentuk draft kampus bebas rokok yang nantinya akan diajukan sebagai prasyarat membentuk kampus bebas rokok  Dibuka oleh dr. Parhta Muliawan, M.Sc(OM) selaku perwakilan dari Pembantu Dekan III FK Unud dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali, acara workshop berjalan dengan hikmat. Peserta workshop yang berasal dari mahasiswa semester II dan semester IV PS IKM FK Unud  terlebih dahulu mendapatkan materi yang dibawakan oleh Ibu Nyoman Masni, SH tentang Tobacco’s victim dan dr. Pande Putu Januraga yang  menyampaikan materi tentang kebijakan tobacco control di Indonesia. Di akhir penyampaian materi peserta dipersilahkan untuk bertanya mengenai materi yang belum mereka mengerti.

Berbekal pengetahuan yang peserta miliki, tentunya yang telah ditambah dengan materi-materi, peserta kemudian bersama-sama merumuskan draft kampus bebas rokok. Contoh draft ini diambil dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang telah lerlebih dahulu berhasil mewujudkan area bebas asap rokok di kampus mereka. Dalam pembentukan draft ini peserta di bagi menjadi beberapa kelompok kecil (small group discussion), setiap kelompok kecil didampingi oleh seorang pendamping kelompok yang berasal dari kader anti rokok ISMKMI yang telah berkompeten di bidang anti rokok.  Setelah setiap kelompok berhasil merumuskan bagian-bagian draft yang  telah diberikan selanjutnya dilakukan pleno. Dalam pelaksanaan banyak perdebatan yang timbul pada masing-masing kelompok. Seperti nama yang tepat untuk area bebas rokok, penangung jawab dan sanksi yang patut diberikan. Namun akhirnya setelah perdebatan yang cukup tegang maka  para peserta workshop setuju untuk menamakan area bebas rokok di kampus PS IKM FK sebagai “kawasan tanpa asap rokok”.

Untuk melengkapi kegiatan tentang anti rokok ini sekaligus juga memperingati Hari Tanpa tembakau Sedunia maka keesokan harinya tanggal 30 Mei 2010 seluruh peserta workshop melakukan kegiatan turun ke jalan dengan menyebar mini poster yang di tempelkan di sejumlah titik di kota Denpasar. Penyebaran mini poster yang berisikan bahaya-bahaya rokok serta ajakan untuk berhenti merokok ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat serta dapat mengajak masyrakat untuk berhenti merokok.

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: